Posisi Iran mendapat dukungan dari sekutunya, Rusia. Perwakilan tetap Rusia di PBB, Vasily Nebenzya, menyebut retorika AS berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Sementara itu, China turut angkat bicara dengan mendesak semua pihak untuk menahan diri.
China memperingatkan agar situasi tidak berubah menjadi "hukum rimba" yang berpotensi menjerumuskan kawasan Asia Barat ke dalam konflik yang lebih luas dan berbahaya.
Pergerakan Militer AS dan Komunikasi Intensif dengan Sekutu Arab
Di balik layar diplomasi, ketegangan justru meningkat. Laporan Fox News mengungkapkan bahwa setidaknya satu gugus tugas kapal induk AS sedang dikerahkan menuju kawasan Timur Tengah. Langkah ini ditafsirkan sebagai persiapan opsi militer.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa semua opsi sedang dipersiapkan untuk Presiden Trump. "Presiden dan timnya memantau situasi dengan cermat," tuturnya.
Namun, sejumlah pemimpin negara Arab, termasuk dari Mesir, Oman, Arab Saudi, dan Qatar, dilaporkan telah melakukan komunikasi intensif dengan Trump. Mereka memberikan peringatan serius bahwa intervensi militer AS di Iran berisiko mengguncang ekonomi global dan merusak stabilitas regional yang sudah rapuh.
Korban Jiwa dan Situasi Terkini
Menurut data dari kelompok hak asasi manusia, korban jiwa dalam protes di Iran telah mencapai angka yang signifikan. Hingga saat ini, diklaim setidaknya 2.677 orang tewas.
Meskipun situasi di Teheran dilaporkan mulai mereda, kehadiran kekuatan militer AS di kawasan tetap menjadi fokus perhatian dunia. Mata internasional terus tertuju pada perkembangan lebih lanjut di Asia Barat, menanti apakah krisis ini akan mereda atau justru memicu konflik baru.
Artikel Terkait
Viral! Kisah Pilu Pasangan Remaja Nikah Muda Tinggal di Rumah Kosong Cuma Bawa Rp 7.000
Viral! Penumpang Masturbasi di Bus TransJakarta Koridor 1A Ditangkap Polisi
Ressa Gugat Denada Rp 7 Miliar: Klaim Anak Kandung, Pintu Hanya Dibuka 15 cm, dan Bantahan Penelantaran
Kiai Eko Nuryanto Viral: Pernyataan Kontroversial Bencana Aceh Picu Kecaman Warganet