Keluarga menyebut data tersebut sebagai harapan baru di tengah penantian panjang. Mereka mendesak agar proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara maksimal dan penuh kehati-hatian.
Tantangan Cuaca di Lokasi Pencarian
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya (Marsdya) Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa cuaca di Gunung Bulusaraung masih tidak menentu. Hujan dan angin kencang kerap menjadi tantangan berat bagi tim SAR gabungan yang melakukan operasi.
Meski kondisi alam sulit, pencarian terus difokuskan di empat sektor, mulai dari puncak gunung hingga lereng arah Kabupaten Maros. "Kita berupaya dengan situasi yang ada, kita ingin menemukan korban dalam kondisi hidup. Tantangan utama kita saat ini adalah alam dan cuaca," tegas Syafii.
Operasi SAR terus berlanjut dengan harapan menemukan tanda-tanda kehidupan dari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan ini.
Artikel Terkait
Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Catat 4.000 Langkah Setelah Kecelakaan, Apakah Farhan Gunawan Selamat?
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa: Target 260.000 Personel & Anggaran 3.5% PDB
Wali Kota Madiun Maidi Kena OTT KPK: Kronologi, Dugaan Fee Proyek CSR, & Kekayaan Rp16,9 M
Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Lagi: Agnes Stefani Rugi Rp1 Miliar dari Investasi Crypto