Langkah Eggi Sudjana ini mengundang tanda tanya. Ia yang sebelumnya mengajak Roy Suryo sebagai tim ahli untuk mengusut ijazah, kini memilih berdamai dengan Jokowi dan justru melaporkan mantan sekutunya. Sementara Damai Hari Lubis terlihat ikut dalam gelombang pelaporan ini, dengan dinamika yang tampak personal terhadap Ahmad Khozinudin sebagai sesama pengacara.
Peran Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin dalam menjaga isu ijazah Jokowi tetap hidup dinilai sangat signifikan. Roy Suryo memberikan analisis keahlian, sedangkan Ahmad Khozinudin gigih dalam pembelaan dan ofensif hukum. Konsistensi keduanya menjadi penopang utama kasus ini.
Dampak Strategis dan Implikasi ke Depan
Situasi pasca pertemuan di Solo dan terbitnya SP3, ditambah gelombang pelaporan balik, jelas menguntungkan pihak Jokowi. Isu utama sempat tertutupi oleh hiruk-pikuk konflik baru di antara para penggugat. Namun, banyak pihak mengingatkan agar publik tidak larut dan kembali fokus pada substansi awal kasus, yaitu klarifikasi status ijazah.
Langkah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang terlihat berpindah haluan justru berpotensi merugikan citra mereka sendiri di tengah polarisasi politik yang tajam. Panggung dan kredibilitas mereka berisiko menyempit jika dinilai tidak konsisten.
Pada akhirnya, meski taktik pengalihan isu lewat SP3 dan pelaporan balik berjalan efektif untuk sementara, tuntutan publik untuk transparansi dan kejelasan hukum atas kasus ijazah diperkirakan akan kembali menuntut agar semua pihak "kembali ke laptop" – fokus pada inti persoalan.
Direktur ABC Riset & Consulting
Artikel Terkait
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?