Sebelumnya, Donald Trump telah mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa kekuatan angkatan laut AS yang dipimpin Kapal Induk USS Abraham Lincoln sedang bergerak menuju wilayah Iran.
Trump mendesak Teheran untuk segera kembali ke meja perundingan mengenai program nuklirnya. Dia memperingatkan bahwa "waktu semakin menipis" bagi Iran dan mengancam bahwa serangan berikutnya, jika terjadi, akan "jauh lebih buruk" daripada operasi militer sebelumnya yang dijuluki "Operasi Midnight Hammer".
Eskalasi Ketegangan: AS Gelar Latihan Udara Besar-besaran
Ketegangan semakin meningkat dengan dilaksanakannya latihan militer besar-besaran oleh AS di kawasan Timur Tengah. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan latihan kesiapan multi-hari yang melibatkan Angkatan Udara Kesembilan (AFCENT).
Latihan ini dirancang untuk menunjukkan kemampuan AS dalam mengerahkan dan menyebarkan operasi tempur udara dengan cepat di seluruh wilayah tanggung jawab CENTCOM, serta meningkatkan koordinasi dengan sekutu regional.
Dengan demikian, ledakan di Teheran merupakan bagian dari aktivitas militer domestik Iran, namun terjadi dalam atmosfer geopolitik yang sangat panas antara Washington dan Teheran, yang ditandai dengan ancaman dan demonstrasi kekuatan militer dari kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra