Sementara itu, dalam Rakernas I PSI di Makassar, Jokowi berpidato dengan lantang tentang komitmennya untuk bekerja habis-habisan dan mati-matian demi kemenangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan ini disambut gegap gempita oleh peserta rapat.
Komitmen Jokowi ini dinilai wajar, mengingat Ketua Umum PSI adalah Kaesang Pangarep, anak bungsunya, dan partai tersebut disebut-sebut akan mengusung Gibran Rakabuming Raka, anak sulungnya, di kontestasi politik mendatang.
Analisis Perbandingan: Mana yang Dianggap Wajar?
Dari dua pernyataan tersebut, timbul pertanyaan publik tentang mana yang dianggap wajar. Banyak yang menilai komitmen Jokowi untuk PSI adalah hal yang logis mengingat kepentingan keluarganya terlibat.
Sebaliknya, pernyataan Kapolri yang menolak keras perubahan struktur dan lebih memilih menjadi petani daripada menjadi menteri yang membawahi Polri, dinilai oleh sebagian kalangan sebagai sikap yang tidak wajar dan bahkan terkesan lawak. Sikap ini dianggap sebagai bentuk "anak buah" yang ingin menentukan posisinya sendiri dalam hierarki kekuasaan.
Direktur ABC Riset & Consulting
Artikel Terkait
Berkas Epstein Dibuka: Memo FBI Sebut Trump Dikendalikan Israel - Fakta dan Isi Dokumen
Misteri Ayah Kandung Ressa Rossano: Fakta, Spekulasi, dan Klarifikasi Terbaru
Prilly Latuconsina Kerja Baru Jadi Sales di Summarecon Mall Bekasi, Ini Alasannya
Pria Tendang Kucing Sampai Mati di Blora Viral, Pelaku Pensiunan Lawyer Diburu Polda Jateng