Dalam file yang beredar, terdapat dua versi surat pernyataan bertanggal 9 Agustus. Keduanya secara substansi berbeda dengan surat pernyataan resmi yang menyatakan kematian terjadi pada 10 Agustus. Yang paling mencolok, kedua surat "pra-kematian" itu tidak menyebutkan kata "bunuh diri".
Alih-alih, surat bertanggal 9 Agustus tersebut menyatakan bahwa Epstein "ditemukan tanpa respons di dalam sel dan diumumkan meninggal dunia segera setelahnya". Ini bertolak belakang dengan pernyataan resmi pihak berwenang yang menyebutkan petugas menemukan jasadnya tak bernyawa pada Sabtu pagi, 10 Agustus, dan hasil autopsi menyatakan sebab kematian adalah gantung diri.
Memicu Teori Konspirasi
Perbedaan tanggal dan narasi dalam dokumen resmi ini semakin menguatkan berbagai teori konspirasi yang beredar. Banyak pihak, termasuk para korban dan pengamat, meyakini bahwa kematian Epstein bukanlah sebuah bunuh diri, melainkan pembunuhan yang direncanakan. Temuan surat pernyataan yang terbit lebih awal ini menambah daftar pertanyaan mengenai transparansi dan akurasi investigasi kematian Jeffrey Epstein.
Kematian Epstein tetap menjadi salah satu misteri paling besar yang menyelimuti kasus kejahatan seks tingkat tinggi, meninggalkan publik dengan lebih banyak tanda tanya daripada jawaban.
Artikel Terkait
Masa Lalu Denada Diungkap Pengacara: Gonta-Ganti Pacar hingga Klaim 3 Anak
Video Gilcans Ambon Viral 54 Detik: Fakta, Kontroversi Sprei Hijau & Dampaknya
Denada Disebut Punya 3 Anak: Fakta Mengejutkan Selain Ressa & Aisha
Program Makan Bergizi Gratis Prabowo: Capai 82,3 Juta Penerita Sebelum 2026