Pasien Kronis Terancam, Pemerintah Rugi Ganda
Purbaya menyoroti kasus kritis seperti pasien gagal ginjal yang mendadak tidak bisa cuci darah karena status kepesertaannya berubah. Situasi ini dinilai mencoreng layanan BPJS Kesehatan dan merugikan pemerintah.
“Karena tiba-tiba ketika ada yang mau cuci darah tiba-tiba enggak eligible, enggak berhak, kan itu kayanya kita konyol, padahal uang yang saya keluarin sama. Saya rugi di situ, uang keluar, image jelek jadinya. Pemerintah rugi dalam hal ini,” katanya menekankan.
Solusi Jangka Panjang Diperlukan
Meski Kementerian Keuangan telah menyetujui pembiayaan darurat untuk masa transisi, Purbaya menekankan perlunya perbaikan jangka panjang. Koordinasi yang solid antara BPJS Kesehatan, Kemensos, dan Kemenkes mutlak diperlukan agar kericuhan serupa tidak terulang.
Kegaduhan ini menyoroti lemahnya integrasi data pemerintah. Purbaya menegaskan instansi terkait harus duduk bersama mencari solusi, bukan saling menyalahkan di ruang publik.
Artikel Terkait
Klaim Joe Biden Meninggal 2019 di Epstein Files: Fakta atau Hoaks?
Ebook Puasa Air 17 Hari: Dokumentasi Nyata Perubahan Tubuh & Mental
DPR Kritik BPJPH: Dapur MBG Tak Bersertifikat Halal, Berisiko Keracunan?
Lavrov Sebut Dokumen Epstein Bukti Satanisme Elite Barat: Analisis Lengkap