Purbaya Ngamuk ke BPJS: Nonaktifkan PBI Jatuhkan Citra Pemerintah dan Rugikan Anggaran

- Senin, 09 Februari 2026 | 15:00 WIB
Purbaya Ngamuk ke BPJS: Nonaktifkan PBI Jatuhkan Citra Pemerintah dan Rugikan Anggaran

Pasien Kronis Terancam, Pemerintah Rugi Ganda

Purbaya menyoroti kasus kritis seperti pasien gagal ginjal yang mendadak tidak bisa cuci darah karena status kepesertaannya berubah. Situasi ini dinilai mencoreng layanan BPJS Kesehatan dan merugikan pemerintah.

“Karena tiba-tiba ketika ada yang mau cuci darah tiba-tiba enggak eligible, enggak berhak, kan itu kayanya kita konyol, padahal uang yang saya keluarin sama. Saya rugi di situ, uang keluar, image jelek jadinya. Pemerintah rugi dalam hal ini,” katanya menekankan.

Solusi Jangka Panjang Diperlukan

Meski Kementerian Keuangan telah menyetujui pembiayaan darurat untuk masa transisi, Purbaya menekankan perlunya perbaikan jangka panjang. Koordinasi yang solid antara BPJS Kesehatan, Kemensos, dan Kemenkes mutlak diperlukan agar kericuhan serupa tidak terulang.

Kegaduhan ini menyoroti lemahnya integrasi data pemerintah. Purbaya menegaskan instansi terkait harus duduk bersama mencari solusi, bukan saling menyalahkan di ruang publik.


Halaman:

Komentar