"Itu pesannya, hati-hati Pak Purbaya. Beliau punya kebijakan begitu bagus, tapi banyak elit akan terganggu. Karena banyak pemain-pemain liar di Republik ini," kata Noel.
Lebih lanjut, Noel menyindir kondisi penegakan hukum dengan menyatakan bahwa hukum di Indonesia bisa dibeli. Ia bahkan berkelakar mengubah kepanjangan KPK menjadi "Komisi Penitipan Kasus".
Latar Belakang Kasus Noel Ebenezer
Pernyataan kontroversial ini disampaikan Noel dalam sidang perdananya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Asril, mendakwa Noel telah menerima gratifikasi senilai Rp3,365 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler.
Gratifikasi tersebut diduga terkait dengan jabatannya dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. Pemberi gratifikasi berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di kementerian yang sama dan pihak swasta.
Perkembangan kasus ini dan implikasi pernyataan Noel terhadap figur Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terus menjadi sorotan publik.
Artikel Terkait
Video KKN Lombok Timur Viral 13 Menit: Adegan Asusila di Alas Seprei Bunga, Polisi Selidiki
Aturan BPJPH: Daging Babi & Alkohol Boleh Dijual Asal Ada Logo Nonhalal
Harga Toyota New Veloz Hybrid EV 2026 di Surabaya Mulai Rp 310 Juta, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Klaim Joe Biden Meninggal 2019 di Epstein Files: Fakta atau Hoaks?