Pertemuan Rahasia Eggi Sudjana dan Jokowi: Syarat, SP3, dan Nasihat Kesehatan
Advokat senior dan aktivis kawakan, Eggi Sudjana, akhirnya membongkar detail lengkap pertemuannya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan yang digelar secara rahasia di kediaman pribadi Jokowi di Solo pada 8 Januari itu disebutkan berujung pada penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk dirinya dan Damai Hari Lubis.
Pengakuan ini disampaikan Eggi secara panjang lebar dalam podcast YouTube Forum Keadilan TV, Sabtu (14/2/2026). Ia mengungkap fakta-fakta mengejutkan mulai dari syarat ketat yang diajukan, dialog emosional tentang kesehatan, hingga proses cepat terbitnya SP3.
Dua Syarat Kunci Eggi Sudjana Sebelum Bertemu Jokowi
Eggi menegaskan, pertemuan tersebut hanya bisa terjadi setelah dua syarat tegasnya disepakati:
- Dirinya tidak akan meminta maaf.
- Pertemuan harus benar-benar rahasia dan tidak dipublikasikan.
"Saya buat syarat: pertama, saya mau datang tapi saya tidak meminta maaf. Itu saya sampaikan sejak awal. Kedua, tidak boleh ada publikasi. Ini hak saya," tegas Eggi.
Namun, Eggi mengaku kecewa berat karena berita pertemuan tersebut justru bocor ke publik hanya beberapa jam setelah diskusi berakhir. Kekecewaan ini membuatnya langsung meninggalkan Solo malam itu juga dengan menyewa mobil rental, menolak fasilitas pesawat yang telah disediakan.
Dialog Emosional: "Kita Sama-Sama Sakit"
Salah satu momen paling menyentuh dalam pertemuan selama dua jam tersebut adalah ketika Eggi memberikan nasihat personal terkait kesehatan kepada Jokowi.
"Mas Jokowi, kita ini sama-sama sakit. Bapak autoimun, saya sakit kanker usus. Kita harus tahu diri dan tahu batas. Sebentar lagi Bapak meninggal atau saya yang meninggal," ujar Eggi menirukan ucapannya saat itu.
Artikel Terkait
Eka Gumilar Meninggal Dunia: Tokoh Rekat Indonesia & Penggerak Aksi 212 Wafat
Jokowi Tegaskan Tolak Jadi Wantimpres Prabowo, Pilih Fokus Tinggal di Solo
Gus Ipul Bantah Penonaktifan PBI BPJS Instruksi Presiden, Ini Faktanya
6 Kejanggalan Ijazah Rismon Sianipar yang Dilaporkan Palsu ke Polda Metro Jaya