Eggi Sudjana Bongkar Pertemuan Rahasia dengan Jokowi: SP3 Ijazah hingga Nasihat Kesehatan

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:25 WIB
Eggi Sudjana Bongkar Pertemuan Rahasia dengan Jokowi: SP3 Ijazah hingga Nasihat Kesehatan

Eggi melanjutkan dengan peringatan mengenai warisan politik dan keluarga. Ia mengingatkan bahwa jika Jokowi meninggal, ada beban besar yang dipikul keluarga besarnya yang menduduki posisi penting di pemerintahan.

Mendengar hal itu, Eggi menyebut Jokowi merespons dengan sangat santun. "Enggih, lalu saya harus bagaimana?" kata Eggi menirukan ucapan Jokowi. "Di situlah saya lebih terharu lagi. Itu kan kesantunan yang dahsyat menurut saya," kata Eggi.

Jalan Cepat Terbitnya SP3 Kasus Ijazah

Ditanya seperti itu, Eggi sebagai advokat langsung meminta agar statusnya sebagai tersangka dalam kasus ijazah dibatalkan. Ia berargumen bahwa dirinya dan Damai Hari Lubis bertindak selaku advokat yang memiliki imunitas berdasarkan UU No. 18 Tahun 2003 Pasal 16.

Ia juga mempertanyakan mengapa dirinya yang berstatus pelapor justru dijadikan tersangka. "Ini bertentangan dengan peraturan Kapolri dan undang-undang perlindungan pelapor," tuturnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Eggi mengaku Jokowi langsung memerintahkan ajudannya untuk berkoordinasi dengan kepolisian agar menerbitkan SP3 dalam waktu satu minggu. Namun, pada kenyataannya, SP3 terbit lebih cepat dari yang diperintahkan.

Nostalgia dan Keretakan di Internal TPUA

Eggi mengaku terkejut dengan sambutan hangat Jokowi yang ternyata masih mengingat pertemuan mereka pada tahun 2006, saat Eggi bersama almarhum Todung Mulia Lubis menjalankan program bantuan hukum di Solo.

Di sisi lain, pertemuan ini memicu keretakan di internal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Eggi kini berseteru dengan rekan-rekan lamanya seperti Khozinudin dan Roy Suryo yang menuduhnya "dibeli" atau menjadi "pengkhianat".

"Saya tidak mengkhianati siapa pun. Saya ke Solo itu misi pribadi untuk mengurus hak hukum saya yang terinjak-injak. Sejak saya jadi tersangka, tidak ada satu pun dari mereka yang membela saya," katanya tegas.

Eggi juga mengumumkan telah melaporkan Khoizinudin ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Meski begitu, ia membuka pintu rekonsiliasi. "Kalau mereka minta maaf, saya maafkan," katanya. Eggi menegaskan tetap akan melanjutkan perjuangan hukumnya pada jalur kebenaran.


Halaman:

Komentar