Israel Tahan Imam Al-Aqsa Muhammad Ali Abbasi Jelang Ramadan: Dampak & Ketegangan Terkini

- Selasa, 17 Februari 2026 | 21:00 WIB
Israel Tahan Imam Al-Aqsa Muhammad Ali Abbasi Jelang Ramadan: Dampak & Ketegangan Terkini

Di tengah ketegangan ini, Israel dilaporkan memulai kembali proses pendaftaran tanah di Tepi Barat. Kebijakan ini memungkinkan Israel mencatat tanah sebagai "milik negara". Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengecam langkah tersebut dan memperingatkan bahwa hal itu merusak prospek penyelesaian dua negara.

Raja Abdullah II dari Yordania juga menyuarakan kekhawatiran serupa. Dalam pertemuan dengan pejabat Inggris di London, beliau memperingatkan bahwa langkah-langkah Israel untuk memperluas kendali atas tanah Palestina dan membatasi akses jelang Ramadan berpotensi memicu ketegangan regional yang lebih luas.

Kesiapan Militer Israel dan Dampak pada Pekerja Palestina

Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letjen Eyal Zamir, menyatakan tahun 2026 sebagai "tahun keputusan" dengan rencana operasi multi-arena. Persiapan militer menjelang Ramadan pun diperkuat. Di sisi lain, sekitar 140.000 pekerja Palestina dilarang masuk Israel sejak perang di Gaza, yang dikhawatirkan dapat meningkatkan ketidakstabilan.

Seruan untuk Tindakan Internasional

Pemimpin Palestina menyerukan tindakan tegas dari dunia internasional. Mereka mendesak agar hak beribadah umat Muslim dihormati dan status hukum situs suci Al-Aqsa dijaga. Dengan Ramadan yang semakin dekat, kombinasi penahanan tokoh agama, pembatasan ibadah, dan operasi militer berpotensi memicu ketegangan lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Situasi terkini di Yerusalem dan Tepi Barat ini menjadi ujian berat bagi stabilitas kawasan dan menuntut respons diplomatik yang serius dari masyarakat internasional untuk mencegah eskalasi yang lebih berbahaya.


Halaman:

Komentar