5 Cara Aman Berpuasa untuk Penderita Asam Lambung Agar Tidak Kambuh
Puasa Ramadan kerap menjadi kekhawatiran bagi penderita penyakit asam lambung atau maag. Perut kosong dalam waktu lama, telat makan, dan pemilihan menu yang salah dapat memicu gejala seperti nyeri ulu hati, mual, kembung, dan sensasi panas di dada. Namun, dengan strategi yang tepat, berpuasa tetap bisa dilakukan dengan nyaman dan lancar tanpa gangguan asam lambung.
Kunci utamanya adalah mengatur pola makan, memilih asupan yang ramah lambung, serta menjaga kebiasaan sehari-hari. Berikut adalah 5 tips aman berpuasa bagi penderita asam lambung yang dapat diterapkan selama bulan Ramadan.
1. Patuhi Waktu Sahur dan Berbuka, Jangan Dilewatkan
Menjaga keteraturan waktu makan sangat penting. Melewatkan sahur akan membuat lambung kosong terlalu lama, sehingga produksi asam lambung meningkat dan memicu nyeri. Sahur berperan menjaga energi dan menstabilkan asam lambung. Begitu pula berbuka tepat waktu mencegah iritasi pada dinding lambung setelah seharian berpuasa.
2. Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung
Selektiflah dalam memilih menu sahur dan berbuka. Hindari makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung seperti makanan pedas, terlalu asam, berlemak tinggi, dan digoreng. Jenis makanan ini memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan risiko heartburn. Pilihlah makanan yang mudah dicerna, mengandung serat, dan rendah lemak.
Artikel Terkait
Viral Video Mesum di Rental PS Tabanan, Orang Tua Laporkan Penyebar ke Polisi: Kronologi Lengkap
Israel Tahan Imam Al-Aqsa Muhammad Ali Abbasi Jelang Ramadan: Dampak & Ketegangan Terkini
Awal Puasa Ramadhan 2026: Pemerintah Tetapkan 19 Februari, Berbeda dengan Muhammadiyah
5 Pelajaran Trading dari Ramadan untuk Sukses Jangka Panjang: Disiplin, Sabar, Fokus