Terbangun Pukul 3 Pagi? Ini Pola Tidur Alami Manusia, Bukan Insomnia

- Jumat, 20 Februari 2026 | 14:50 WIB
Terbangun Pukul 3 Pagi? Ini Pola Tidur Alami Manusia, Bukan Insomnia

Terbangun Pukul 3 Pagi Bukan Insomnia, Ternyata Pola Tidur Alami Manusia

Pernahkah Anda terbangun di pukul 3 pagi dan merasa cemas karena tidak bisa tidur kembali? Menurut Darren Rhodes, ahli Psikologi Kognitif dari Keele University, fenomena ini justru sangat normal dan merupakan bagian dari sejarah evolusi manusia. Faktanya, tidur delapan jam tanpa terputus adalah kebiasaan modern, bukan pola alami nenek moyang kita.

Pola Tidur Biphasic: Rahasia Tidur Leluhur Kita

Selama berabad-abad, manusia terbiasa dengan pola tidur biphasic atau dua fase. Pola ini terdiri dari tidur pertama (first sleep) dan tidur kedua (second sleep), yang dipisahkan oleh periode terjaga sekitar satu jam di tengah malam. Catatan sejarah dari Eropa, Afrika, hingga Asia menunjukkan kebiasaan ini.

Setelah tidur awal, orang akan bangun sekitar tengah malam. Momen ini digunakan untuk berbagai aktivitas tenang seperti berdoa, merenung, membaca, menulis, atau bahkan bercengkrama dengan pasangan. Penyair kuno seperti Homer dan Virgil juga menyebutkan "akhir dari tidur pertama" dalam karya mereka, membuktikan pola ini telah lama ada.

Penyebab Hilangnya Pola Tidur Dua Fase

Lalu, mengapa kebiasaan tidur dua sesi ini menghilang? Dua faktor utama penyebabnya adalah:


  1. Revolusi Pencahayaan: Hadirnya lampu minyak, gas, dan listrik mengubah malam menjadi waktu beraktivitas. Cahaya buatan menekan produksi melatonin (hormon tidur) dan menggeser ritme sirkadian tubuh.

  2. Tuntutan Revolusi Industri: Jadwal kerja pabrik yang ketat mendorong kebutuhan akan tidur satu blok panjang (8 jam) agar sesuai dengan jam kerja, menggeser pola tidur alami yang terbagi.

Bukti Sains: Tubuh Kita Masih Mengingat Pola Kuno


Halaman:

Komentar