Terbangun Pukul 3 Pagi Bukan Insomnia, Ternyata Pola Tidur Alami Manusia
Pernahkah Anda terbangun di pukul 3 pagi dan merasa cemas karena tidak bisa tidur kembali? Menurut Darren Rhodes, ahli Psikologi Kognitif dari Keele University, fenomena ini justru sangat normal dan merupakan bagian dari sejarah evolusi manusia. Faktanya, tidur delapan jam tanpa terputus adalah kebiasaan modern, bukan pola alami nenek moyang kita.
Pola Tidur Biphasic: Rahasia Tidur Leluhur Kita
Selama berabad-abad, manusia terbiasa dengan pola tidur biphasic atau dua fase. Pola ini terdiri dari tidur pertama (first sleep) dan tidur kedua (second sleep), yang dipisahkan oleh periode terjaga sekitar satu jam di tengah malam. Catatan sejarah dari Eropa, Afrika, hingga Asia menunjukkan kebiasaan ini.
Setelah tidur awal, orang akan bangun sekitar tengah malam. Momen ini digunakan untuk berbagai aktivitas tenang seperti berdoa, merenung, membaca, menulis, atau bahkan bercengkrama dengan pasangan. Penyair kuno seperti Homer dan Virgil juga menyebutkan "akhir dari tidur pertama" dalam karya mereka, membuktikan pola ini telah lama ada.
Penyebab Hilangnya Pola Tidur Dua Fase
Lalu, mengapa kebiasaan tidur dua sesi ini menghilang? Dua faktor utama penyebabnya adalah:
- Revolusi Pencahayaan: Hadirnya lampu minyak, gas, dan listrik mengubah malam menjadi waktu beraktivitas. Cahaya buatan menekan produksi melatonin (hormon tidur) dan menggeser ritme sirkadian tubuh.
- Tuntutan Revolusi Industri: Jadwal kerja pabrik yang ketat mendorong kebutuhan akan tidur satu blok panjang (8 jam) agar sesuai dengan jam kerja, menggeser pola tidur alami yang terbagi.
Artikel Terkait
Video Trump Memejamkan Mata di Acara Board of Peace Viral, Kesehatan Presiden AS Dipertanyakan
Kapolri Perintahkan Tes Urine Serentak Seluruh Personel Polri, Ini Tujuannya
Aturan Baru Sertifikasi Halal: Produk Nonhalal Tidak Wajib Berlabel Halal
2026 Tax Filing Guide: How to File Your 2025 Tax Return (Deadlines, Tips & Deductions)