Jenazah Divisum di RS Bhayangkara untuk Usut Tindak Kekerasan
Untuk mengungkap kebenaran, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulsel untuk menjalani visum. "Kita bawa ke RS Bhayangkara untuk membuktikan apakah ada tindak kekerasan. Saya sudah instruksikan pemeriksaan dilakukan dengan benar, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi," tegas Zulham Effendi.
Bidang Propam masih mendalami penyebab kematian. Pemeriksaan visum luar dan dalam, serta kemungkinan otopsi jika keluarga mengizinkan, akan dilakukan untuk mendapatkan kejelasan.
Janji Propam: Ungkap Fakta dan Tegakkan Aturan
Zulham Effendi menegaskan komitmen Propam dalam mengusut tuntas kasus ini. "Kami akan ungkap kalau memang ada kejadian yang mencurigakan atau ada kekerasan. Kita akan luruskan dan tegakkan aturan sesuai yang berlaku," paparnya.
Keluarga Korban Tunggu Hasil Visum di RS Bhayangkara
Saat ini, keluarga korban yang merupakan anak dari Aipda H Jabir yang bertugas di Polres Pinrang, masih menunggu proses visum di RS Bhayangkara. Rencananya, setelah proses selesai, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Artikel Terkait
Guru Tulungagung & Karyawan Semen Indonesia Digerebok Istri di Hotel Tuban, Jadi Tersangka Perzinaan
Impor 105.000 Pikap India vs Kapasitas Nasional 400.000 Unit: Polemik dan Analisis
Kebijakan Libur Angkot & Gojek Saat Lebaran 2024: Analisis Dampak & Solusi Atasi Macet
Gaikindo Pertanyakan Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas Produksi Dalam Negeri Mampu Penuhi KDKMP