Bripda DP Tewas Diduga Dianiaya Senior di Asrama Polda Sulsel: Kronologi & Pengakuan Propam

- Minggu, 22 Februari 2026 | 19:50 WIB
Bripda DP Tewas Diduga Dianiaya Senior di Asrama Polda Sulsel: Kronologi & Pengakuan Propam

Jenazah Divisum di RS Bhayangkara untuk Usut Tindak Kekerasan

Untuk mengungkap kebenaran, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulsel untuk menjalani visum. "Kita bawa ke RS Bhayangkara untuk membuktikan apakah ada tindak kekerasan. Saya sudah instruksikan pemeriksaan dilakukan dengan benar, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi," tegas Zulham Effendi.

Bidang Propam masih mendalami penyebab kematian. Pemeriksaan visum luar dan dalam, serta kemungkinan otopsi jika keluarga mengizinkan, akan dilakukan untuk mendapatkan kejelasan.

Janji Propam: Ungkap Fakta dan Tegakkan Aturan

Zulham Effendi menegaskan komitmen Propam dalam mengusut tuntas kasus ini. "Kami akan ungkap kalau memang ada kejadian yang mencurigakan atau ada kekerasan. Kita akan luruskan dan tegakkan aturan sesuai yang berlaku," paparnya.

Keluarga Korban Tunggu Hasil Visum di RS Bhayangkara

Saat ini, keluarga korban yang merupakan anak dari Aipda H Jabir yang bertugas di Polres Pinrang, masih menunggu proses visum di RS Bhayangkara. Rencananya, setelah proses selesai, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.


Halaman:

Komentar