“Orang-orang ingin mengatakan bahwa Daud memerintah sebuah desa kecil dan tidak ada kerajaan, dan saya mengatakan ada sebuah kerajaan dengan kota-kota membentang yang jaraknya satu hari jika ditempuh dengan berjalan kaki dari Yerusalem,” ujar Garfinkel, Profesor Arkeologi Prasejarah dan Arkeologi Alkitab Periode di University of Jerusalem, sebagaimana dikutip IFL Science.
“Apa yang saya katakan adalah kerajaan Daud termasuk Yerusalem, Hebron, dan beberapa kota di sekitarnya: itulah pusat kota kerajaan Daud. Saya pikir itu realistis,” tambah Garfinkel.
Namun, beberapa peneliti meragukan analisis Garfinkel. Mereka mengatakan bahwa kesimpulan Garfinkel dalam karya terbarunya bersifat reduktif.
“Saya pikir itu penyederhanaan yang berlebihan dan dia meratakan detailnya. Ada banyak detail kecil yang tidak saya setujui, dan ada generalisasi selama periode yang luas yang bermasalah,” kata Profesor Aren Maeir, arkeolog dari Bar Ilan University, kepada The Times of Israel.
"Ini seperti ketika seorang nelayan memberi tahu Anda tentang jenis ikan yang dia tangkap dan dengan setiap cerita, lengannya menjadi semakin lebar," kata Profesor Maeir. “Apakah itu sarden, mackerel, atau paus biru? Jika Anda membaca teks Alkitab dan mengartikannya secara harfiah, maka itu adalah paus biru. Saya pikir mungkin ada kerajaan kecil di Yerusalem, tetapi kita tidak tahu seberapa besar pengaruh kerajaan ini.”
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup