"Jadi aksi peretasan diperkirakan terjadi sejak libur Lebaran," ujarnya.
Menurut Alfons, kebocoran data tersebut akan membuat nasabah dengan saldo yang tidak wajar akan terekspose dan menjadi perhatian publik, kantor pajak, dan pihak berwenang. Data sensitif seperti kredensial m banking, internet banking, email dan lainnya akan bocor dan diharapkan pemilik akun segera mengganti semua kredensial m-Banking, internet banking dan pin ATM.
"Data pribadi karyawan dan nasabah sangat berpotensi dibocorkan. Harap semua karyawan, nasabah dan pihak yg terafiliasi dgn bank menyadari hal ini dan mempersiapkan mitigasinya," ujarnya.
Berdasarkan data di laporan keberlanjutan BSI, mereka menemukan ada lebih dari seribu ancaman kejahatan siber sepanjang 2022, tapi tidak ada yang berupa serangan ransomware. Berikut rinciannya seperti tertera dalam grafik.
Sumber: katadata.co.id
Artikel Terkait
Denada Ganti Bio Instagram Usai Akui Ressa Rizky, Netizen: Gimmick?
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta untuk Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Kemnaker
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump