Begitu pula Anies juga dinilai memahami pentingnya kebijakan kendaraan listrik untuk mentransisikan energi dari kotor ke bersih, sekaligus menurunkan emisi karbon.
Walau begitu, solusi mempercepat pemakaian kendaraan listrik dengan program subsidi justru dinilai bakal menjadi masalah baru.
Terlebih program itu juga dianggap hanya menguntungkan kelompok tertentu.
Selain itu, Indra juga menilai bahwa efektivitas subsidi kendaraan listrik pada akhirnya tidak menyelesaikan masalah kemacetan yang terjadi di kota-kota besar.
"Apakah (kendaraan listrik) efektif mengatasi persoalan seperti kemacetan yang justru menimbulkan kerugian ekonomi dan sampai sekarang belum ada solusinya," tambah Indra.
Terakhir, Indra memandang aksi berani Anies mengkritik kebijakan subsidi kendaraan listrik sebagai bentuk solusi yang dibutuhkan rakyat.
Terlebih Anies juga menyoroti perlunya perbaikan sistem transportasi umum dan kendaraan logistik berbasis listrik.
"Saat (Anies) masih menjabat gubernu (DKI Jakarta) pada 2022, Mas Anies pernah meresmikan 30 unit bus listrik untuk armada Transjakarta, dengan target sampai 100 bus," ucap Indra.
"Karena kalau bicara soal energi bersih, masalah polusi udara, dan kemacetan sudah jelas jadi tantangan masyarakat saat ini," pungkasnya. [IndonesiaToday/suara]
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis