"Pertanyaannya adalah, kapan model embrio dianggap sebagai embrio? Ketika itu terjadi, kita tahu peraturannya. Saat ini kita benar-benar jauh dari titik itu," kata ketua tim Jacob Hanna.
Penelitian ini diharapkan dapat membuka pintu bagi cara-cara baru untuk menguji efek obat-obatan pada kehamilan, lebih memahami keguguran dan penyakit genetik, serta bahkan mungkin untuk menumbuhkan jaringan dan organ transplantasi.
"Tidak identik. Memang ada perbedaan dengan embrio manusia, tapi tetap saja ini pertama kalinya kalau buka atlas atau buku pelajaran bisa dibilang, iya aku benar-benar melihat kemiripannya," kata Hanna.
Dia mengatakan timnya mengambil sel induk yang berasal dari sel kulit manusia dewasa, serta sel lain yang dibiakkan di laboratorium, kemudian mengembalikan sel tersebut ke keadaan awal dengan potensi untuk berkembang menjadi jenis sel yang berbeda.
Sumber: rmol.
Artikel Terkait
Gaji Pegawai Pajak 2024: Tunjangan Kinerja (Tukin) Capai Rp117 Juta per Bulan
Viral Video Wanita Joget Pegang Ikan Pesut Mahakam Langka, Netizen Geram & Ancaman Hukumnya
Keracunan Massal di Mojokerto: 261 Siswa Terdampak Soto Ayam MBG, Ini Data & Penyebabnya
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak Kandung Rp 7 Miliar: Fakta dan Pernyataan Resmi