“Kami berbesar hati dengan pembebasan dua sandera Amerika pada hari Jumat, Judith Ranaan dan putrinya Natalie Ranaan dan pembebasan dua orang Israel hari ini, Nurit Cooper dan Yocheved Lifshitz, tetapi suaminya tetap ditahan. Namun, kelegaan kami ditempa oleh kekhawatiran kami yang luar biasa bahwa 220 orang tidak bersalah, termasuk 30 anak-anak tetap ditawan oleh teroris, diancam dengan penyiksaan dan kematian,” tulis Gal Gadot di Instagram pribadinya.
Lebih lanjut, Gal Gadot juga mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari 1.400 orang Israel dibantai. Bahkan, para perempuan diperkosa, keluarga dibakar hidup-hidup, dan bayi dipenggal oleh Hamas.
“Terima kasih atas keyakinan moral, kepemimpinan, dan dukungan Anda (Biden) yang tidak goyah mendukung orang Yahudi karena telah diteror oleh Hamas sejak pendirian kelompok lebih dari 35 tahun lalu. Selain itu, untuk orang Palestina yang juga telah diteror, ditindas, dan menjadi korban Hamas selama 17 tahun terakhir telah memerintah Gaza melakukan,” lanjut Gal Gadot.
Kendati demikian, Gal Gadot tetap menginginkan satu hal yang sama dengan semua orang, yaitu kebebasan bagi Israel dan Palestina untuk hidup berdampingan dalam damai. Ia juga mendesak semua orang untuk tidak beristirahat sampai semua sandera dibebaskan. Ia pun menyebut beberapa negara untuk membantu menuntaskan konflik ini dan membebaskan para sandera.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra