Novel menuturkan aksi ini merupakan bentuk pihaknya menolak kedatangan band asal Inggris dan menggelar konsernya. Pasalnya, Banda tersebut dinilai kubunya ikut serta dalam mendukung gerakan LGBT dengan sejumlah kampanyenya.
"Karena sampai saat ini tidak jaminan untuk tidak ada kampanye LGBT, bahkan Menkopolhukam yang kami sudah surati malah menantang menurutkan aparat untuk menghalau yang akan membatalkan konser yang sudah tidak bisa dilepaskan dari kampanye LGBT dengan atribut pelanginya dimana-mana, karena di Malaysia sudah kecolongan oleh group band yang lain dengan berciuman laki dengan laki," ungkapnya. Adapun, pihaknya mengancam bakal menggelar aksi lanjutan jika tuntutannya tak terpenuhi.
"Ini baru aksi pertama dan akan ada aksi lanjutan kalau unsur terkait tidak ada sikap untuk membatalkan konser Coldplay," ungkapnya. Sementara pantauan tim tvOnenews.com di lokasi, massa mulai bergerak dari titik kumpul di Masjid Al-Azhar menuju Mabes Polri.
Mobil komando bertuliskan Aksi 1011 Granati LGBT mengiring massa yang mengendarai motor dan berjalan kaki sembari berjalan melambat.
Sejumlah massa pun terlihat mengibarkan bendera Palestina yang dikibarkan dengan sebatang bambu. Diketahui, band Coldplay terjadwal akan menggelar konser pertamanya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 15 November 2023
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis