Direktur RS Indonesia, Atef al-Kahlout menyebut rumah sakit tersebut hanya memiliki kapasitas 140 pasien, tetapi saat ini terdapat 500 pasien yang ditangani. Dari banyaknya pasien, 45 pasien membutuhkan intervensi bedah segera.
“Kami tidak dapat menawarkan layanan apa pun lagi. Kami tidak dapat menawarkan tempat tidur apa pun kepada pasien,” kata al-Kahlout, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (17/11).
Hampir 30.000 warga Palestina terluka sejak Israel memulai serangannya di Gaza pada 7 Oktober, setelah Hamas melakukan serangan mendadak di Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang.
Lebih dari 11.400 orang telah terbunuh, termasuk lebih dari 4.600 anak-anak, dalam serangan Israel di Gaza.
Israel juga sangat membatasi pasokan air, makanan, listrik dan bahan bakar ke Gaza. Lembaga-lembaga bantuan memperingatkan akan adanya bencana kemanusiaan di wilayah tersebut.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis