Santer diberitakan bahwa mantan kader Partai Gerindra ini gabung partai berbasis Islam ini dan nantinya akan diarahkan menjadi cawapres Ganjar Pranowo dari PDI Perjuangan (PDIP).
“Sandi sekarang kita sama-sama tahu gerakannya kepada PPP. Dengan membawa PPP yang berwarna Islam dan Pilpres 2019 yang memang basisnya adalah soal-soal kelompok Islam, maka itu diharap bisa melengkapi kondisi PDIP dan PPP,” katanya.
Cerita serupa namun tidak sama juga dimiliki Prabowo Subianto.
Ketua Umum Partai Gerindra ini awalnya siap berdeklarasi capres-cawapres bersama dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar.
Namun, diduga ada kesalahpahaman yang membuat Prabowo Subianto justru lebih condong ke arah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
“Itu sebabnya setelah pencapresan Ganjar oleh Bu Mega, pada hari lebaran pertama kita melihat pertemuan Jokowi dan Prabowo, dan hari lebaran kedua yang ditemui adalah Aburizal Bakrie dan Airlangga Hartarto. Kita lihat sekarang pernyataan-pernyataan Golkar yang sudah satu Frekuensi dengan Gerindra,” kata Denny Indrayana. [IndonesiaToday/KontenJatim]
Artikel Terkait
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?