Bahkan, capres yang diusung PDIP langsung mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang selama ini menjadi proyek unggulan Jokowi.
"Bahkan mohon maaf, ada capres yang buru buru langsung ke IKN, meskipun itu sudah direvisi, tetapi bagi kami mbok jangan begitu, mari kita kembangkan politik kita yang sehat," ujar Sarmuji pada kesempatan yang sama.
Meski tidak disebutkan siapa pihak yang dimaksud, namun menurut Sarmuji itu sudah sangat jelas karena terdapat jejak digital yang telah merekamnya dan dapat diketahui oleh semua orang.
"Ya saya pikir getarannya sudah bisa dirasakan teman-teman lah ya. Jadi kita tidak perlu menunjuk hidung tapi jejak digital itu nyata, karena itu hati-hati, kita kalau bicara itu memang harus hati-hati. Orang akan dievaluasi dengan jejak digitalnya," pungkasnya.
Sumber: akurat
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis