“Jadi bagi saya Malaysia itu kampung halaman yang kedua, kalau saya pulang ke Malaysia itu rasanya pulang kampung,” sambungnya.
Acara silaturahmi ini juga dihadiri oleh Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Tun Sri Setia H Mohammad Ali bin Mohammad Rustam yang merupakan seorang kebangsaan Malaysia. Prabowo tiba-tiba bicara soal Malaysia, karena ada sosok Ali.
Rupanya, Ali juga merupakan teman masa muda Prabowo. Perkenalan keduanya bahkan sudah terjadi selama 20 tahun saat pernah sama-sama terlibat dalam paguyuban pencak silat.
Sindir Ormas Suka Minta Sumbangan
Prabowo juga ternyata menyindir maraknya kelompok kecil yang mengatasnamakan dirinya organisasi masyarakat (ormas) untuk meminta sumbangkan kepada warga sekitar.
“Banyak di bangsa kita organisasi. Banyak ormas kadang-kadang ormasnya anggotanya cuma 11 orang doang. Itu namanya organisasi papan nama. Jadi kegiatannya enggak ada, tapi dia sering bikin proposal dia kirim ke semua,” kata Prabowo.
Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, kegiatan tersebut kurang bermanfaat. Ia pun membandingkan dengan komunitas remaja masjid yang suka membersihkan masjid-masjid.
“Lebih baik organisasi yang mulia seperti Remaja Masjid Indonesia, bayangkan ada 1 juta masjid, gagasannya tidak muluk membersihkan masjid. Saya kira kebersihan ini sesuatu yang penting saya sarankan di mana-mana tolong kebersihan kota kita wilayah kita dijaga,” kata Prabowo.
Prabowo Ogah Bicara Capres
Dalam kesempatan itu, Prabowo menolak untuk berbicara politik, termasuk pemilu 2024. Saat ditanya terkait cawapres, Prabowo menunjukkan gesture tangan telunjuk ke arah mulutnya.
Ia menyebut dirinya tidak ingin berbicara politik di tempat ibadah.
Prabowo menuturkan berbicara politik di tempat ibadah dilarang KPU. Sehingga, ia tak ingin melanggar ketentuan tersebut.
"Enggak boleh bicara politik, nanti aku disemprit," kata dia.
Dalam acara itu, Prabowo memang tidak menyinggung masalah politik sama sekali. Saat dirinya diteriaki presiden, Prabowo juga terlihat tidak memberikan respons berlebih.
Sumber: kumparan.com
Artikel Terkait
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi