"Panen ubi jalar ini membuktikan bahwa para WBP memiliki potensi yang dapat dikembangkan, serta mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan di dalam Lapas," ujar Herdianto.
Prestasi dalam panen ubi jalar bukan hanya sebuah keberhasilan pertanian, tetapi juga bagian dari upaya Lapas untuk memberikan keterampilan dan pelatihan kepada para WBP.
Tujuan utamanya adalah agar mereka memiliki bekal keterampilan yang berguna untuk menghadapi kehidupan setelah bebas.
Selain pelatihan pertanian, para narapidana juga mendapatkan nilai-nilai kerja keras, tanggung jawab, dan kerjasama tim.
Dengan panen ubi jalar sebagai salah satu capaian luar biasa, diharapkan kerja keras dan keterampilan para WBP bisa memberikan inspirasi, tidak hanya bagi mereka sendiri tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Dukung Pasar Surat Berharga, Bank Mandiri Sabet Empat Penghargaan dari Kementerian Keuangan
Keberhasilan ini menjadi momen yang memperkuat kebersamaan dan semangat positif di Lapas Kelas IIA Bukittinggi.
Panen ubi jalar di Lapas Bukittinggi bukan hanya sebatas kegiatan pertanian, tetapi menjadi representasi keberhasilan rehabilitasi dan pembinaan kemandirian WBP.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis