“Inilah yang menyebabkan ketahanan ekonomi Indonesia. Dengan kebijakan struktural dan transformasi ekonomi yang dilakukan pemerintah, yaitu hilirisasi SDA sejak tahun 2014, pemerintah mencanangkan kebijakan itu melalui pembangunan smelter secara bertahap,” lanjut dia.
Baca juga: Sri Mulyani Akui Program KUR Punya Kelemahan
Sri Mulyani melanjutkan, pemerintah juga memberikan dukungan fiskal baik melalui perbaikan ekosistem perpajakan maupun insentif fiskal lainnya. D
ia menjelaskan, selain karna faktor harga komoditas yang meningkat tajam, upaya menciptakan nilai tambah untuk meningkatkan ekspor dan neraca dagang juga tak kalah penting.
“Nilai ekspor Indonesia tahun 2022 melonjak tajam dan mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah ekonomi Indonesia, yakni 292 miliar dollar AS. Nilai ini meningkat 66 persen dari posisi 176 miliar dollar AS di tahun 2014,” lanjut dia.
Pada 2022, neraca dagang Indonesia mencatatkan rekor tertinggi berturut-turut. Hal ini menguatkan fondasi Indonesia, yang tercermin dari stabilnya pasar keuangan domestik ditengah volatilitas dan ketidakpastian pasar global.
Baca juga: Ekonomi Global Tak Menentu, Sri Mulyani: Stabilitas Sistem Keuangan RI Masih Terjaga
Sumber: money.kompas.com
Artikel Terkait
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo Soal Dewan Perdamaian AS-Israel: Analisis Risiko & Dana Rp16,7 T untuk Gaza
Deddy Corbuzier Beri Bantuan Tempat Usaha untuk Penjual Es Gabus yang Difitnah: Kronologi & Kritiknya
Perluasan Sawit di Papua: 5 Manfaat Besar untuk Ekonomi, OAP, dan Energi Nasional
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara