Meski begitu, Martin cukup menyangkan Marquez harus terjatuh dan gagal mengamankan podium.
"Sayangnya dia terjatuh, jadi saya tidak bisa mengatakan bahwa saya baru saja mengalahkannya," ujar Martin.
"Tetapi terutama dalam pertarungan dengan seorang juara hebat seperti Marc, Anda akan belajar banyak."
"Anda melihat bagaimana dia menutup garis ketika dia melewatinya."
"Kenyataannya luar biasa dan saya berharap bisa mengambil keuntungan dari pembelajaran ini untuk berkembang di masa depan," ujar runner-up GP Prancis ini.
Ya, Martin senang karena bisa mengambil banyak pelajaran dari salah satu pembalap hebat di MotoGP.
"Pada hari Sabtu dalam sprint dia (Marquez) membuat kesalahan di awal dan saya yakin pada hari Minggu dia akan melakukannya dengan baik," ucap Martin melanjutkan.
"Saya mempelajari garis-garisnya di video di pagi hari, di gambar helikopter, dan mencoba melihat di mana saya bisa melewatinya, karena itu rumit."
"Tetapi ketika saya sampai padanya dalam balapan tidak ada studi yang layak, saya harus berimprovisasi dengan cepat."
"Saya mencoba melewatinya enam atau tujuh kali, tetapi dengan ban lunak di depan itu sangat sulit," ujar Martin soal sulitnya melewati Marquez.
Martin menyadari bahwa Marquez adalah sosok panutan bagi seorang pembalap yang ingin menjadi juara.
Tak seperti pada balapan pembuka pada GP Portugal, Martin menjadi salah satu pembalap yang getol meminta pengadil menghukum Marquez dengan seberat-beratnya.
Pasalnya Martin juga berimbas dari insiden yang dialami Marquez dan Miguel Oliveira di Portimao lalu.
Sumber: surabaya.tribunnews.com
Artikel Terkait
Denada Ganti Bio Instagram Usai Akui Ressa Rizky, Netizen: Gimmick?
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta untuk Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Kemnaker
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump