Yang disyukuri dari lonjakan wisatawan libur Nataru kali ini, kata Singgih, dinilai cukup berdampak pada putaran perekonomian Kota Yogyakarta.
Hal ini dianalisa dari belanja wisatawan saat libur Nataru yang meningkat dibanding masa libur sebelumnya.
"Catatan kami, ada peningkatan jumlah uang yang dibelanjakan wisatawan rata rata Rp 2,2 juta dari target belanja dikisaran Rp 1,7 juta per orang dalam periode itu," kata Singgih.
Adapun salah satu komponen belanja wisatawan paling tinggi yakni aktivitas menginap. Baik di hotel berbintang maupun non-bintang.
Selain jumah belanja yang naik, Singgih melanjutkan, length of stay alias lama tinggal wisatawan saat libur Nataru di Kota Yogyakarta juga mengalami kenaikan di angka 1,86 hari dari target 1,7 hari.
"Variabel variabel seperti lama tinggal, tingkat belanja yang naik itu menjadi indikator Kota Yogya sudah menuju quality tourism, sehingga tidak lagi hanya melihat jumlah kunjungan dan pergerakan saja," katanya.
Adapun Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda DIY Komisaris Besar Polisi Alfian Nurrizal sebelumnya membeberkan pengamanan malam pergantian tahun baru di Yogyakarta relatif berjalan lancar.
Catatan pihaknya, saat malam pergantian tahun saja, ada sekitar 500.000 warga yang memadati kawasan pusat perkotaaan meliputi Tugu Yogya, Malioboro, Titik Nol Kilometer hingga Keraton.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sijogja.com
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup