Namun, Kusworo belum menjelaskan motif wanita�bercadar tersebut melakukan hal tak�senonoh itu serta kapan dan di mana wanita itu diamankan.
"Besok Senin press conference-nya," ujar Kusworo.
Sebelumnya diberitakan, sejak sekitar 3 Mei terdapat video�viral tak�senonoh yang diduga dilakukan di Rancabali.
Kusworo mengatakan, perempuan dengan menggunakan cadar diduga itu melakukan perbuatan tidak senonoh dan divideokan, diduga TKP-nya di Ciwidey Rancabali.
"Namun ketika sudah menyentuh kepada si pembuat video, tentunya akan kami kroscek lokasinya."
"Kami cek manual, kami datang ke lokasi, memastikan bahwa lokasi video tersebut adalah lokasi di Kabupaten Bandung, tepatnya di Kecamatan Rancabali," kata Kusworo, di Mapolresta Bandung, Jumat (5/5/2023).
Saat itu Kusworo mengatakan, pihaknya sudah memeriksa beberapa orang yang turut menyebarkan video tersebut dan akan terus ditelusuri hingga pembuat, akhirnya kini jajaran Polresta�Bandung berhasil mengamankan pelaku.
Camat Rancabali, Asep M Yusup, mengecam keras pelaku perbuatan tak senonoh itu.
"Itu orang gila, gila, itu mah, masa kencing divideokan," ujar Asep, saat dihubungi tribun jabar, Jumat (5/5/2023).
Asep mengungkapkan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada Kasatpol PP dan Linmas, untuk lebih hati-hati berjaga di tempat sepi, takutnya akan terulang kejadian seperti itu.
Sebab, memang di Rancabali banyak tempat yang dijadikan untuk nongkrong dan berfoto selain di tempat wisata, seperti di kebun�teh.
"Untuk antisipasi, saya sudah bilang, saya mengintruksikan Satpol PP dan Linmas, untuk tersus patroli ke tempat-tempat yang sering dijadikan spot foto oleh wisatawan," ucapnya. (*)
Telah tayang di TribunJabar.id
Sumber: manado.tribunnews.com
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi (MBG) Bappenas: Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja?
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo Soal Dewan Perdamaian AS-Israel: Analisis Risiko & Dana Rp16,7 T untuk Gaza
Deddy Corbuzier Beri Bantuan Tempat Usaha untuk Penjual Es Gabus yang Difitnah: Kronologi & Kritiknya
Perluasan Sawit di Papua: 5 Manfaat Besar untuk Ekonomi, OAP, dan Energi Nasional