"Oleh karena itu akan menjadi masalah kalau ada laki-laki mencintai laki-laki dan perempuan mencintai perempuan, karena hal demikian sudah jelas-jelas menyalahi kodratnya," tegasnya.
Bisakah orang mengingkari kodratnya?
"Jawabnya, bisa. Tapi akibatnya sangat berbahaya karena dia tidak hanya akan merugikan dirinya, juga akan bisa merugikan dan merusak kehidupan orang banyak," ungkap Anwar.
Sebagai contoh penduduk bumi saat ini 8 miliar. Separuh laki-laki dan separuh perempuan.
"Kalau semua laki-laki kawin dengan sesama laki-laki dan semua perempuan kawin dengan sesama perempuan maka sudah bisa di pastikan 150 tahun yang akan datang tidak akan ada seorang anak manusia pun yang hidup di muka bumi ini," tuturnya.
"Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena akibat umat manusia telah menyalahi kodratnya. Jadi kalau begitu LGBT tidaklah masuk ke dalam kategori kodrat malah menentang dan bertentangan dengan kodrat," sambungnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, kehadiran LGBT di negeri ini harus ditolak. Kata dia tak ada negosiasi.
"Dan dienyahkan dari hidup dan kehidupan kita terutama di Indonesia. Karena sikap dan pandangan serta gaya hidup tersebut sudah jelas-jelas bertentangan dengan falsafah bangsa kita Pancasila dan UUD 1945," tutupnya. [IndonesiaToday/kumparan]
Sumber: kumparan.com
Artikel Terkait
Perluasan Sawit di Papua: 5 Manfaat Besar untuk Ekonomi, OAP, dan Energi Nasional
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan