Toko Togamas didirikan pada 15 Desember 1990 di Malang oleh Johan Budhie Sava dan Swandayani. Mereka membuka toko buku di ruang tamu rumah, karena memiliki banyak peminat, operasional dipindahkan ke bangunan lebih besar. Hingga sekarang, outlet-nya tersebar di Pulau Jawa dan Bali.
Toko buku di Indonesia yang masih bertahan di Jakarta, salah satunya Kwitang. Surga buku bekas di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat tersebut mematok harga yang relatif murah bagi kantong pelajar dan mahasiswa. Tidak hanya buku bekas, pedagang juga menjajakan buku terbitan baru berbagai tema.
Di sepanjang trotoar jalan Kahar Muzakir, Terban, Yogyakarta berdiri beberapa toko buku. Tidak hanya penduduk asli, warga dari luar daerah pun rela untuk berburu buku bekas di Kota Pelajar tersebut. Buka dari pukul 08:00 sampai 19:00 WIB, lokasi itu menjadi pilihan tepat bagi orang-orang yang ingin mencari buku dengan harga murah.
Bagi warga Yogyakarta, Shopping Center menjadi pusat buku murah dan lengkap. Tempat yang juga dikenal dengan nama Taman Pintar tersebut memiliki 124 kios. Semua pedagang tergabung dalam Koperasi Pedagang Buku (KOPAKU) yang dibentuk pada 1988. Tidak hanya menjual buku baru, tetapi buku-buku bekas layak baca dengan harga miring juga dijajakan.
Kawasan Blok M, Jakarta juga menyediakan toko buku yang masih bertahan hingga sekarang. Meski hanya menjual buku bekas, banyak orang yang merasa betah berlama-lama di kios buku itu. Pasalnya, tidak hanya nyaman, ada pula fasilitas Wi-Fi.
Pilihan editor: Toko Buku Gunung Agung Dikabarkan PHK Ratusan Karyawan, Aspek: Hanya Dapat Kompensasi Satu Kali Gaji
MELYNDA DWI PUSPITA
Sumber: tempo.co
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup