"Perencanaan tata kelola Labkesda harus disiapkan sejak sekarang, agar setelah dibangun nanti bisa langsung beroperasi. Harus mulai dihitung itu potensi pendapatan dan biaya operasional," terangnya.
Sekretaris Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena menjelaskan dalam rapat tersebut, keberadaan Labkesda Kota Bogor memang direncanakan untuk menjadi benchmark laboratorium se-Indonesia.
Sebab, Labkesda Kota Bogor memiliki keunggulan dari segi dokumentasi.
Sehingga dengan adanya pembangunan Labkesda yang dianggarkan melalui APBD, dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selain itu, Labkesda Kota Bogor juga sudah tersertifikasi ISO dan layanannya bukan hanya laboratorium klinik, tetapi juga layanan lab kesehatan masyarakat.
"Maka ke depan kami berharap dengan terbangunnya Labkesda ini bisa mampu melakukan pemeriksaan sesuai dengan arahan Kemenkes. Karena kami sdm sudah ada, maka kami akan maksimalkan potensi Labkesda ini yang akan menjadi standar nasional," jelasnya.
Dari hasil perhitungan yang sudah dilakukan oleh Dinkes Kota Bogor, dengan adanya pembangunan Labkesda maka dapat memberikan potensi pendapatan sebesar Rp 2 miliar atau dua kali lipat pendapatan selama ini.
"Ke depan kami akan memaksimalkan potensi pendapatan Labkesda dari pemeriksaan kualitas air di sarana hotel, jasa boga dan lainnya. Sehingga potensi pendapatan bisa naik dua kali lipat atau sekitar Rp2 miliar," tandasnya. (mcr19/jpnn)
Sumber: jabar.jpnn.com
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup