Melansir jurnal Research Gate, dengan kemampuan pencitraan optik multi-mode tingkat sub-meter dan pemrosesan cerdas di orbit, Luojia-3 mampu melakukan transmisi data intra-satelit dan satelit-ke-darat secara real-time.
Sementara itu, Dongfang Huiyan Gaofen-1 adalah pesawat ruang angkasa pertama yang menyediakan pengamatan NRT (Near-Real-Time) untuk pencegahan dan bantuan bencana, pemantauan perubahan iklim, pemetaan geografis, survei lingkungan dan sumber daya, dan dukungan pertanian presisi, mengutip Eoportal.
Gaofen-1 ini dikonfigurasi dengan PAN (Panchromatic), Multispectral Camera (PMC) dan Wide Field Imager (WFI) yang mampu mencapai kapasitas pencitraan pada resolusi spasial sedang dan tinggi, dengan lebar petak yang lebar.
Dengan adanya dua satelit tersebut, para peneliti mengklaim bahwa China telah mengalami perkembangan yang transformatif untuk satelit penginderaan jarak jauh.
"Selama dekade terakhir, satelit penginderaan jauh Tiongkok telah mengalami perkembangan transformatif, berkembang dari tahap eksperimental ke penggunaan operasional dan komersial," kata Li Deren.
China sendiri memang memiliki beberapa jaringan pengamatan bumi terbesar di dunia dan data dari hasil pengamatan berbasis ruang angkasa.
Hal tersebut membuat China semakin berpengaruh untuk dunia, terlebih dengan teknologi satelit penginderaan jarak jauh yang cakupannya luas dan real-time, sehingga menghadirkan kemandirian geopolitik bagi China.
"Kemajuan lebih lanjut diharapkan dengan pencitraan yang lebih sering, area cakupan yang lebih luas, dan transmisi data yang lebih cepat," pungkasnya.
Sumber: cnn
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup