"Ali Ghali bertanggung jawab dalam mengarahkan dan melakukan tembakan roket ke wilayah Israel, termasuk serangan baru-baru ini selama operasi 'Perisai dan Panah' ," kata IDF, mengacu pada nama Israel untuk operasi Gaza minggu ini.
"Ali Ghali dianggap sebagai tokoh sentral dalam organisasi dan menangani manajemen rutinnya," tambah IDF.
"Serangan itu dilakukan berkat kesuksesan intelijen, identifikasi apartemen tempat persembunyian, satu lantai di mana operasi itu diserang. Ini adalah serangan yang sangat tepat oleh Angkatan Udara," kata juru bicara IDF, Laksamana Muda Daniel Hagari kepada wartawan pada Kamis pagi.
Jihad Islam juga membenarkan tentang kematian Ali Ghali setelah pengumuman IDF pagi itu. "Ali Ghali, komandan unit peluncuran roket dibunuh di selatan Jalur Gaza bersama dengan para martir lainnya," bunyi pernyataan dari Brigade Al-Quds, cabang bersenjata kelompok itu.
Operasi Perisai dan Panah diluncurkan sejak Selasa pagi dengan pembunuhan tiga komandan Jihad Islam lainnya.
Kelompok Jihad Islam Palestina itu kemudian menanggapi dengan menembakkan ratusan roket ke komunitas Israel, menyebabkan kerusakan material di Israel selatan pada Rabu malam. (*)
Sumber: times
Artikel Terkait
Viral Video Wanita Joget Pegang Ikan Pesut Mahakam Langka, Netizen Geram & Ancaman Hukumnya
Keracunan Massal di Mojokerto: 261 Siswa Terdampak Soto Ayam MBG, Ini Data & Penyebabnya
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak Kandung Rp 7 Miliar: Fakta dan Pernyataan Resmi
Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran: Respons Protes & Ancaman Balasan