"Bharada Suratman berbalik mengancam akan membakar mobil tersebut beserta kantor PT MTF jika kendaraan itu diserahkan," ungkapnya.
Tak lama kemudian, lima orang diduga anggota Brimob datang membawa senjata tajam seperti badik, martil, dan besi, lalu menyerang tujuh karyawan PT MTF.
"Beberapa polisi berusaha merebut handphone teman wanita kami berinisial E yang sedang merekam kejadian," kata Sarlun.
Akibat kejadian ini, salah seorang karyawan, Sarjun, melaporkan insiden tersebut ke Polda Sultra dan berharap kasus ini dapat diproses secara adil.
Polda Sultra Bantah Dugaan Pengeroyokan
Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian, membenarkan adanya insiden tersebut, namun membantah dugaan pengeroyokan.
Menurutnya, perselisihan antara kedua belah pihak sebenarnya sudah diselesaikan saat bernegosiasi di tempat biliar, dengan kesepakatan bahwa tunggakan cicilan mobil akan dilunasi.
"Di tempat biliar, mereka sudah sepakat untuk menyelesaikan tunggakan yang dimediasi oleh seorang perwira pengendali Resimen Brimob," ungkap Iis, Minggu (16/3/2025).
Namun, setelah mediasi, Bharada Suratman kembali dicegat oleh pihak leasing, yang kemudian menghubungi rekan-rekannya. Situasi pun memanas hingga terjadi kericuhan.
"Atas laporan ini, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap semua pihak yang terlibat sebagai tindak lanjut," katanya.
Iis juga menyebut bahwa selain laporan dari pihak leasing ke Polda Sultra, seorang anggota Resimen Brimob juga melaporkan dugaan penganiayaan oleh pihak finance ke Polresta Kendari.
"Di Polresta juga ada laporan anggota, yang diduga dianiaya pada saat kejadian," ujarnya
Sumber: inews
Artikel Terkait
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi