Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat meringkus Direktur dan operator PT Jaya Batavia Globalindo berinisial RH dan IH, yang mengurangi takaran minyak goreng merek MinyaKita di Kavling DKI, Jalan Ulim Nomor 11, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa 12 Maret 2025.
"Diduga dalam proses pengemasan ukuran satu liter, PT Jaya Batavia Globalindo melakukan pengisian tidak sesuai dengan berat kemasan, melainkan hanya terisi 800 ml sampai 850 ml," Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Twedi Aditya Bennyahdi, Rabu 19 Maret 2025.
Pengungkapan kasus bermula saat polisi menerima informasi adanya praktik penjualan MinyaKita tidak sesuai prosedur.
Dari praktik curangnya tersebut, sejak November 2024, dua pelaku memperoleh keuntungan Rp800 juta tiap bulannya.
"Minyak diambil di daerah Marunda dan Cakung," kata Twedi.
Untuk setiap perjalanan, pelaku mengirim MinyaKita sebanyak 200-800 karton.
Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa 19 ribu karton MinyaKita isi satu liter, mesin pengisian dan pengepakan, timbangan, dan 10 ribu lembar kardus MinyaKita.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pendustrian Pasal 120 dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan pidana denda paling banyak Rp3 miliar.
Kemudian, keduanya juga dikenakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 62 ayat 1 huruf A, B, C.
Sumber: rmol
Foto: Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Twedi Aditya Bennyahdi didampingi Kasatreskrim AKBP Arfan Zulkan Sipayung/RMOL
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup