Bendahara Negara itu menilai, wilayah-wilayah di Indonesia memiliki struktur harga yang berbeda. Dengan demikian, pengeluaran masyarakat tidak bisa disamaratakan.
Ia pun menceritakan, ketika dirinya berkunjung ke kampung halamannya di Semarang, Jawa Tengah, ia bisa mendapatkan makanan dengan harga yang lebih murah dibanding di Jakarta. Ini menjadi contoh nyata perbedaan strukkur harga antar wilayah.
"Ini di Semarang masih kota besar. Jika anda turun ke level yang lebih rendah, anda akan menemukan yang lebih murah," kata dia.
Baca juga: Sri Mulyani: Bank Dunia Mendorong Saya Mengambil Risiko Politik
Dengan standar garis kemiskinan yang ada saat ini, Sri Mulyani menegaskan pemerintah terus berupaya mengurangi tingkat kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem. Bahkan, kemiskinan ekstrem ditargetkan mencapai 0 persen pada akhir 2024.
"Harapannya pada akhir 2024 progres menghapus kemiskinan ekstrem dapat tercapai. Saya pikir ada optimisme di kita," ucap Sri Mulyani.
Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Anggaran Pembangunan Jalan di Lampung
Sumber: money.kompas.com
Artikel Terkait
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta untuk Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Kemnaker
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!