Sebab seperti diketahui Sebasa Lemdiklat Polri mengajarkan bahasa asing kepada seluruh anggota Polri dalam mendukung tugas operasional yang berkaitan dengan penggunaan bahasa asing.
“Divisi Humas Polri memastikan video tersebut adalah HOAKS, faktanya Polisi tersebut sedang Pendidikan Pengembangan (dikbang) di Sebasa Lemdiklat Polri mengambil kelas bahasa Mandarin. Untuk diketahui Sebasa Lemdiklat Polri mengajarkan bahasa asing kepada seluruh anggota Polri dalam mendukung tugas operasional yang berkaitan dengan penggunaan bahasa asing,” tulis Divisi Humas Polri.
Diketahui belakangan ini proyek IKN atau Ibu Kota Nusantara kerap diterpa hoaks dan narasi provokatif.
Misalnya saja seperti dikutip dari Kominfo sempat ada hoaks soal IKN yang bernarasi tentang akan sulitnya masjid di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Faktanya, klaim bahwa nanti di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tidak mudah menemukan masjid karena salah satu pimpinan IKN berasal dari pengembang tertentu, adalah salah.
Masjid menjadi salah satu infrastruktur prioritas tahap pertama.
Tahap pertama dimulai pada tahun 2022 hingga tahun 2024.
Masjid akan dibangun dalam rentang waktu tersebut.
Juga hunian untuk para aparatur sipil negara dan beberapa infrastruktur pendukung lainnya.
Sumber: wartakota
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas