"Saya nggak mau yang frontline-frontline itu, saya mau gadis Bali kayak kamu, rambutnya kelihatan, terbuka. Jangan kasih yang penutup-penutup nggak jelas. This is not Middle East. Enak aja di Bali. Pakai bunga kek, apa kek, pakai bije di sini. Kalau bisa, sebelum tugas, suruh sembahyang di pure, bije pake," kata Arya sebagaimana dalam video yang beredar.
Sikap Arya ini diduga oleh sejumlah pihak adalah tindakan menyinggung SARA. Sebutan penutup kepala diasumsikan masyarakat sebagai kerudung atau hijab yang biasa digunakan perempuan muslim.
Buntut dari video tersebut, Aliansi Muslim Kabupaten Buleleng berbondong-bondong mendatangi Mapolres Buleleng, Kamis (04/01/2024).
Mereka melaporkan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Bali itu yang diduga menyinggung SARA.
Baca Juga: Ketua Perhiptani Luwu Utara Promosi Jadi Sekretaris Dinas Pertanian
Melansir rri.co.id, koordinator Aliansi Muslim Buleleng, Hilman Eka Rabani mengatakan, kalimat yang dilontarkan Arya sangat melukai hati umat Muslim. Pihaknya khawatir, kejadian ini dapat mengikis rasa solidaritas umat beragama di Pulau Dewata yang telah terjalin sejak lama.
"Jelas di video itu frontliner-frontliner pakai penutup kepala. Nah itu kan ada hubungannya dengan timur tengah atau Arab dan sangat mungkin merujuk pada agama Islam," ujar Hilman, usai membuat laporan di Mapolres Buleleng.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: klikanggaran.com
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas