Kegiatan politik formal dari presiden, yaitu mengurus capres berikutnya, mestinya sudah dihentikan karena nanti rakyat yang mengambil alih proses itu melalui sistem pemilu yang terbuka.
Jokowi cenderung memberikan dukungan kepada bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Sementara, hal sebaliknya ditunjukkan Jokowi kepada Anies Baswedan. Bahkan, Rocky mengingatkan bahwa muncul pandangan di masyarakat Jokowi ingin menjegal Anies agar tak maju di Pilpres tahun depan.
"Presiden tidak berdaulat untuk menentukan capres berikutnya. Hanya rakyat yang berhak menentukan capres berikutnya," jelasnya.
Rocky menjelaskan, semua capres itu benar, kecuali ada pidana. "Normatif betul Presiden mengucap 'jangan salah pilih presiden'. Namun, dalam normatif itu ada semacam perintah. Sinyalnya adalah 'pilihlah calon presiden yang disetujui oleh Jokowi'. Itu menghina demokrasi," katanya.
Demi menjunjung tinggi demokrasi dan demi nama baik Jokowi, Rocky menyarankan Presiden Indonesia ke-7 itu untuk berhenti melakukan cawe-cawe politik. "Saya ingin agar Pak Jokowi sadar akan diri sendiri bahwa Anda dipilih atas prinsip demokrasi. Maka, Anda tidak boleh menghalangi demokrasi," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Desakan Copot Erick Thohir dari Menpora: Kinerja Kepemudaan Dipertanyakan, PP Himmah Soroti Indonesia Emas 2045
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?