Menurut Yenny, hingga saat ini partai yang memiliki Capres hanya dua partai, PDIP dan Partai Gerindra. Tetapi, Partai Gerindra masih dinilai sulit mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres karena tidak memenuhi presidential threshold.
"Yang lengkap semua ada distribusi, ada ekspedisinya, semuanya produksinya sendiri itu PDIP, yang dua lagi kan belum, Pak Anies apalagi nggak punya dia PT, jadi ini semua belum pasti, kalau sudah belum pasti ya tunggu aja lah tinggal beberapa bulan lagi," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengaku tidak memaksakan diri walaupun namanya terus digadang-gadang oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Nasdem.
"Kalau kami sih diajari Gus Dur, posisi itu hanyalah alat, wasilah, bukan ghoyah bukan tujuan, kalau bukan tujuan ya nggak usah ngoyo-ngoyo banget," katanya.
"Saya nggak pernah ngoyotahu-tahu namanya dinominasikan dua partai, PSI dan Nasdem, ya Alhamdulilah, nggak pernah gimana-gimana," sambung Yenny.
Sumber: populis
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah