Fadhil menyebut, Kepri memiliki 17 peserta Muktamar dan semuanya solid berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum PPP Mardiono dan hadir bersama-sama dalam pembukaan Muktamar kemarin.
"Diluar itu, bukanlah kami. Mereka tidak terdaftar sebagai peserta muktamar,” ungkapnya.
Fadhil pun meminta agar kubu Agus Suparmanto tidak lagi mencatut nama DPW PPP Kepri berada di kubu mereka. Selain Kepri, PPP Aceh yang juga turut dicatut namanya dalam kehadiran acara tasyakuran Agus Suparmanto, mengecam keras hal tersebut. Padahal, klaim hadirnya DPW-DPC PPP Aceh tidaklah benar.
Ketua DPW PPP Sumatera Selatan Ahmad Palo dan Ketua DPC PPP Way Kanan Herman juga hadir dan menegaskan dukungan penuh terhadap Mardiono sekaligus menolak hasil muktamar kubu Agus Suparmanto atau Romahurmuziy (Romy) yang dinilai tidak sah.
“Kami mewakili seluruh kader PPP di Lampung mengucapkan selamat kepada Bapak Muhamad Mardiono atas terpilihnya secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPP. Harapan kami, di bawah kepemimpinan beliau, PPP dapat kembali bersatu, solid, dan kembali berjaya di Senayan,” pungkas keduanya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Partai Baru di Indonesia: Pragmatis Tanpa Ideologi, Analisis Pakar Politik
Pertemuan Jokowi, Eggi Sudjana, dan Damai Lubis: Analisis Dampak Politik Menuju Pemilu 2029
SBY Serukan Sidang Darurat PBB: Ancaman Perang Dunia III Makin Nyata, Ini Analisisnya
Gerakan Rakyat Dukung Anies Baswedan Capres 2026, Targetkan Jadi Partai Politik