“Apa kurangnya (Liz) Truss dalam berpidato? Tapi begitu merumuskan kebijakan negara keliru. Nah saya takut Indonesia, kita memilih pemimpin yang cuma jago retorika saja,” ujar Bahlil.
Lebih lanjut, dia menilai, Liz Truss memang punya cara bicara yang sempurna sebagai pemimpin. Namun, Truss membuat kebijakan yang keliru. Khususnya, saat Inggris mengalami krisis dan Truss memutuskan memangkas tarif pajak yang membuat pasar keuangan tidak percaya.
Berkat hal itu, lanjut Bahlil, nilai tukar uang poundsterling menjadi lebih rendah jika dibandingkan dengan dolar Amerika Serikat.
“Jadi pemimpin itu harus punya intuisi leadership dan ketepatan. Kalau ada pemimpin yang sudah pernah menjabat, cek track record-nya. Yang bagus itu adalah pandai pidato, pandai kerja. Itu ideal banget. Kedua cek banyak kerjanya dari pada pidatonya. Yang ketiga adalah cek kira-kira yang kalian mau seperti apa, negara ini harus maju,” kata Bahlil.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Desakan Copot Erick Thohir dari Menpora: Kinerja Kepemudaan Dipertanyakan, PP Himmah Soroti Indonesia Emas 2045
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?