Analisis lebih lanjut menyebutkan, Kaesang dinilai terlalu mengandalkan figur ayahnya, mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk mendongkrak suara. Namun, nilai elektoral Jokowi diprediksi terus menurun hingga 2029. "Jika tren ini berlanjut, kemungkinan nilai jual Jokowi akan mencapai titik terendah pada 2029," ujarnya.
Oleh karena itu, jika PSI hanya mengandalkan Jokowi, target menjadikan Jawa Tengah sebagai basis kuat partai dinilai sangat sulit tercapai.
Optimisme dan Target Kursi PSI
Sebelumnya, Kaesang menyatakan optimisme bahwa PSI mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD Jawa Tengah pada 2029. Saat ini, PSI memiliki 12 kursi dan menargetkan minimal 17 kursi pada pemilu mendatang.
Kaesang menegaskan pentingnya soliditas kader dan penuntasan kepengurusan partai hingga tingkat bawah. "Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah," seru Kaesang dalam Rakorwil DPW PSI Jateng di Solo, Kamis 8 Januari 2026.
Namun, berdasarkan analisis pengamat, target ambisius tersebut disebut hanya akan menjadi "mimpi di siang bolong" tanpa strategi dan nilai jual yang lebih konkret dari partai.
Artikel Terkait
Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau SPPG Kalikajar Wonosobo, Staf Bersihkan Sepatunya
Roy Suryo Bongkar Klaim Eggi-Damai Bawa Misi TPUA ke Jokowi: Pengurus Inti Membantah
Eggi Sudjana Akui Keaslian Ijazah Jokowi di Solo, Ini Pernyataan Peradi
Analisis APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja & Utang Naik, Defisit Nyaris 3%