Perasaan dikhianati itu begitu menyakitkan hingga membuat Kurnia hampir menangis. Ia menyebut perjuangan selama hampir 4 tahun untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi ternyata dikhianati oleh rekan sendiri.
"Sangat menyakitkan. Kita ini tersangka ya, tersangka itu selangkah lagi. Tapi kami bangga tersangkanya bukan karena korupsi ya, bukan karena menyakiti orang, bukan karena yang lain-lain," jelas Kurnia.
Perjuangan Pro Bono dan Risiko Masuk Penjara
Kurnia menegaskan bahwa perjuangan mereka dilakukan tanpa bayaran (pro bono) dan penuh risiko, termasuk ancaman hukuman penjara. Semua dilakukan atas dasar keyakinan mencari kebenaran.
"Saya ingin menyampaikan bahwa kita ini sama-sama berjuang loh, hampir 4 tahun begitu ya kan dan pro-bono, benar-benar dari hati kita sendiri, berjuang luar biasa," ucap Kurnia.
Harapan agar Eggi Sudjana Merenung Kembali
Di akhir pernyataannya, Kurnia berharap Eggi Sudjana Mastal dapat merenungkan kembali tindakannya yang dianggap mengorbankan perjuangan bersama.
"Kira Abang Eggi kurang sabar saja dalam hal ini gitu. Anda harus percaya kepada Allah sebagaimana yang Anda ajarkan kepada kami, istiqomah dan itu berat," pungkas Kurnia.
Kasus ini menyisakan pertanyaan besar mengenai kelanjutan upaya pembuktian dugaan ijazah palsu Jokowi setelah salah satu tokoh kuncinya memilih jalan damai.
Artikel Terkait
Menhan Sjafrie Lantik 12 Tenaga Ahli DPN, Termasuk Noe Letto & Anak Hotman Paris
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis Bebas Usai Restorative Justice
Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Berakhir: Analisis Penyebab dan Kaitannya dengan Pengaruh Politik Keluarga
Ijazah Jokowi Pakai Materai Rp100 vs Rp500, Sah atau Tidak? Jubir PSI Beri Klarifikasi