Jokowi Dikritik Terkait Wacana Dua Periode Prabowo-Gibran
NARASIBARU.COM - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), mendapatkan kritik dari pengamat politik. Ia dinilai seharusnya menahan diri dan tidak terlalu dini mengumbar ambisi politik melalui wacana dua periode pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, memberikan tanggapannya. Menurutnya, Jokowi semestinya menunjukkan rasa hormat kepada partai-partai politik lain yang saat ini fokus mengawal pemerintahan dan program kerja Presiden Prabowo.
"Jokowi seharusnya malu dengan ambisinya tersebut. Sebab, pemerintahan Prabowo belum berjalan dua tahun sudah mengumbar keinginan untuk tetap berkuasa melalui anaknya," tegas Jamiluddin dalam pernyataannya, Selasa 10 Februari 2026.
Jamiluddin menegaskan bahwa Jokowi seharusnya tidak "memaksa" Prabowo untuk kembali memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping pada pemilihan umum mendatang. Ia berpendapat bahwa Prabowo perlu diberikan ruang penuh untuk menentukan calon wakil presiden berdasarkan pertimbangan kapasitas dan prestasi, bukan kepentingan tertentu.
"Biarkan Prabowo memilih cawapresnya yang memang berprestasi. Dengan begitu, Jokowi sudah menanggalkan kepentingan pribadi dan keluarganya untuk memilih pemimpin di negeri tercinta," pungkas Jamiluddin.
Artikel Terkait
Analisis Dukungan Partai untuk Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Potensial?
Strategi Pencitraan Politik Jokowi: Analisis Peran Kunci Megawati Soekarnoputri
Gerindra Pede Usung Prabowo Dua Periode di Pilpres 2029, Ini Analisis Politisi dan Alasannya
Isu Kapolri Membangkang Presiden: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?