Sunny Tanuwidjaja berhenti menjadi Sekretaris Dewan Pembina PSI sejak 2021. Alasannya karena ia memiliki jalan politik yang berbeda. Dikatakan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, Sunny keluar karena mendukung Anies sebagai capres.
Surya Tjandra
Hal serupa terjadi pada Surya Tjandra yang mengaku telah meninggalkan PSI. Ia mengatakan akan mendukung dan membantu Anies Baswedan menjadi capres sampai tuntas. Ia juga berpotensi bergabung dengan partai-partai yang mendukung Anies.
Michael Victor Sianipar
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar ikut mengundurkan diri pada Senin (5/12/2022). Menurutnya, perjuangan politiknya sudah tidak bisa dilanjutkan di PSI. Diketahui, dirinya bergabung dengan PSI sejak tahun 2015 silam.
Michael sempat menjabat sebagai Ketua PSI di Provinsi DKI Jakarta sejak 2017. Ia juga pernah menjadi Ketua PSI Jakarta Pusat periode 2015-2017 dan pengurus DPP PSI pada 2021-2022. Di sisi lain, ia tidak menyebut soal langkah politik selanjutnya.
Guntur Romli
Guntur Romli menyampaikan pengunduran dirinya dari PSI pada Sabtu (5/8/2023). Ia menjelaskan bahwa alasan utama kemunduran itu karena melihat sinyal bergabungnya PSI ke dalam koalisi yang mendukung Prabowo sebagai calon presiden.
Ia juga menyebut kunjungan Prabowo dan gagasan berkoalisi tidak pernah didiskusikan di internal partai. Keputusannya mundur karena hal itu lantas menuai sorotan hingga Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman selaku teman dekatnya ikut terkejut.
Andy mengatakan PSI belum finalisasi soal pencapresan. Ia kemudian menduga alasan di balik Guntur menolak Prabowo karena tengah menjabat Ketua Umum Ganjarian Spartan. Organisasi ini mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?