"Saat itu kita underdog, dan ada di luar kekuasaan sehingga walaupun kita menang, kadang-kadang sulit sekali memastikan kemenangan itu benar-benar terwujud di atas kertas atau menjadi kemenangan konkret di hasil penghitungan KPU," paparnya.
Dengan mengambil peran dalam pemerintahan, Habiburokhman mengakui posisi Partai Gerindra jauh lebih baik. Dengan posisi itu, dia menilai Prabowo Subianto tidak akan mengalami gangguan dari para pemangku kekuasaan.
Oleh karenanya, Habiburokhman meminta para relawan agar berkampanye dengan nada-nada positif. Dia menilai para relawan tak perlu agresif menyerang dengan menebar fitnah untuk menjatuhkan lawan.
"Cukup kita menyebarkan narasi-narasi positif, narasi bahwa kita adalah penengah, narasi bahwasannya kita mengayomi semua elemen bangsa, termasuk dua kompetitor kita kubu G (Ganjar Pranowo) dan kubu A (Anies Baswedan)," tandasnya.
Sumber: wartaekonomi
Artikel Terkait
Desakan Copot Erick Thohir dari Menpora: Kinerja Kepemudaan Dipertanyakan, PP Himmah Soroti Indonesia Emas 2045
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?