Sebab, kata Pangi, jarak elektabilitas Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo tidak terpaut terlalu jauh. Sehingga, kemungkinan pasangan Anies-Muhaimin bisa menyalip dan menjadi kuda hitam di Pilpres 2024.
“Merujuk data terbaru dari survei Voxpol Center menunjukkan belum ada kandidat dengan elektabilitas yang cukup meyakinkan, elektabilitas ketiga kandidat (Prabowo, Ganjar, Anies) tidak terpaut terlalu jauh,” tuturnya.
Diuraikan Pangi, dalam simulasi tiga nama, Prabowo Subianto dengan elektabilitas 36,5 persen di posisi pertama, Ganjar Pranowo 30,4 persen dan Anies Rasyid Baswedan 26,4 persen. Hasil survei ini menggambarkan bahwa ada potensi pemilu dilakukan dua putaran.
“Jika situasi ini terjadi dan jika Anies Baswedan berhasil masuk ke putaran kedua, peluangnya untuk menang masih terbuka lebar,” urai pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
“Itu lantaran perebutan suara di kalangan pemilih yang belum menentukan pilihan dan pergeseran suara pada putaran kedua adalah kunci kemenangan,” pungkasnya.
Sumebr: rmol
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026